Mengenal Portrait Photography dan Tips Agar Hasilnya Sempurna

Apakah kamu termasuk seseorang yang sedang menggeluti dunia fotografi? Jika iya, kamu tidak boleh melewatkan portrait photography. Pasalnya, jenis fotografi yang satu ini memang cocok untuk para pemula. Lantas, apa sih, portrait photography itu? Yuk, cari tahu di pembahasan berikut ini!

Apa Itu Portrait Photography?

Portrait Photography atau fotografi potret (portraiture) merupakan salah satu jenis teknik foto untuk menyimpan perasaan, kepribadian, serta ekspresi dari subjek. Subjeknya bisa berupa seorang tokoh maupun sekelompok orang. Jadi, fokus dari fotografi ini adalah wajah subjeknya.

Meski begitu, bagian tubuh serta background dari foto juga dapat dimasukkan ke dalamnya. Nah, objek utama foto pada fotografi potret adalah manusia. Biasanya, teknik ini dipakai untuk membuat portfolio personal, foto profil, maupun foto keluarga.

Selain itu, jenis fotografi yang satu ini tidak hanya memotret wajah saja, tapi juga menangkap sisi artistik serta karakter wajahnya. Jadi, nantinya, hasil foto akan menjadi lebih hidup serta bercerita laiknya karya sastra.

Baca juga : Tips Digital Photo Agar Hasilnya Keren

Tips Fotografi Portrait

Jika kamu masih dalam proses mempelajari teknik fotografi yang satu ini, ada baiknya menyimak tips-tips berikut!

1. Mata adalah Fokus Utamanya

Bagian utama dari wajah manusia adalah mata. Pasalnya, mata bisa menceritakan apa yang dirasakan di hatinya. Sebaiknya, Anda fokus di sorot matanya. Baik saat ia sedang melihat ke arah kamera maupun tatapannya ke arah lain.

Gunakan teknik foto full frame supaya hasilnya lebih maksimal. Ikutilah rule of third dimana posisi mata ada di sepertiga bagian frame.

2. Pencahayaan yang Tepat

Cahaya yang terang tidak menjamin hasil pemotretan akan bagus. Namun, pada portrait photography, cahaya adalah kunci. Sumber cahaya yang baik tentunya yang berasal dari cahaya murni laiknya matahari.

Untuk teknik pencahayaannya sendiri, Anda bisa menggunakan low key lighting (kontras cahaya redup), high key lighting (kontras cahaya terang), butterfly lighting (menonjolkan sisi kecantikan dari objek), serta split lighting (pencahayaan dari satu sisi saja).

3. Headroom

Headroom adalah ruang yang terdapat pada tepi frame dan juga bagian atas kepala dari subjek. Pastikan supaya ruang kosong di bagian atas kepala tidak terlampau besar. Sehingga, akan didapatkan jarak yang tepat dan jepretannya jadi lebih menarik.

Atau bisa juga dengan crop bagian atas kepala supaya tampak penuh pada frame. Selain itu, Anda juga dapat bergerak mendekat pada arah subjek, zoom in, lalu, isi space-nya dengan wajah. Bisa menerapkan orientasi portrait atau landscape.

4. Ekspresi Candid

Memang sedikit tricky untuk mendapatkan ekspresi candid yang tepat. Pasalnya, objek harus berusaha untuk tampak tidak sadar sedang difoto. Sehingga, hasilnya lebih alami, spontan, serta tidak dibuat-buat.

Jika Anda berhasil membuat objek berekspresi candid, maka tampak di kamera, ekspresinya akan lepas dan apa adanya. So, Anda harus benar-benar menemukan momen saat objek berekspresi senatural mungkin.

Baca juga : Mengenal Ukuran Foto Agar Anda Tidak Salah Cetak

Jika Anda sudah menerapkan tips-tips tersebut dan berhasil mendapatkan foto portrait yang tepat, tentunya sayang jika dibiarkan di dalam memori perangkat. Ada baiknya untuk mencetak dan membingkainya sebagus mungkin.

Untuk menentukan agency digital printing yang tepat, Anda dapat mengandalkan Wallfame. Kami akan membuat photography portrait Anda tampak lebih sempurna. Tentu dengan warna yang tajam dan kertas foto kualitas terbaik.

Untuk itu, langsung upload saja foto portrait terbaikmu ke Wallfame, dan tunggu foto dan bingkai yang fungsional sampai di alamat Anda tanpa menunggu lama.